masukkan script iklan disini
Globalfaktual-com - Jakarta - Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia, Gus Syaifuddin, mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, keikhlasan, dan solidaritas antar sesama.
Menurut Gus Syaifuddin yang juga memimpin Yayasan Nusa Berbagi Indonesia, makna Idul Adha tidak hanya sebatas ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang sangat mendalam. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol hadirnya rasa cinta, perhatian, dan kebersamaan di tengah kehidupan sosial.
“Ibadah kurban mengajarkan bahwa harta dan rezeki yang dititipkan Allah SWT bukan sepenuhnya milik pribadi. Di dalamnya terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Gus Syaifuddin dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, terdapat empat makna penting dalam perayaan Idul Adha yang perlu dipahami umat Islam agar ibadah kurban membawa dampak spiritual dan sosial yang lebih luas.
Pertama, Idul Adha mengajarkan umat untuk menghilangkan sifat egois. Penyembelihan hewan kurban menjadi simbol penyembelihan sifat buruk dalam diri manusia seperti keserakahan, kerakusan, dan egoisme.
Kedua, momentum Idul Adha menjadi penguat solidaritas dan empati sosial. Melalui berbagi daging kurban, hubungan persaudaraan atau ukhuwah semakin erat antara masyarakat yang mampu dengan mereka yang kurang beruntung.
Ketiga, berbagi kepada sesama merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Dengan berbagi, umat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Keempat, kurban juga menjadi sarana pembersih harta dan jiwa. Sikap dermawan diyakini mampu membersihkan hati dari sifat kikir serta menjadikan harta lebih berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.
Gus Syaifuddin berharap Idul Adha tahun ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kemanusiaan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa.
“Semangat berbagi harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Idul Adha mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika kita mampu memberi manfaat kepada orang lain,” tutupnya.
Red