masukkan script iklan disini
JAKARTA, Globalfaktual-com -
Kelurahan Kapuk yang terletak di Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat adalah salah satu wilayah terpadat di DKI Jakarta, dimanaa populasi mencapai 174.000 jiwa (per 2025) dan luas areannya mencapai 572,62 hektar. Dengan kepadatan penduduk tingginya (34.014 jiwa/km2).
Untuk menuju Kota Global, Kapuk dahulu termasuk wilayah yang masuk katagori kumuh. Dimana padatnya penduduk, rumah berhimpitan, saluran yang tidak terwat, terbatasnya TPS (Tempat Pembuatan Sampah) ditambah kemacetan yang kerap terjadi.
Namun, seiring jalannya waktu serta pergantian kepemimpinan lurah terus berusaha merubah wajah kelurahan Kapuk menuju wilayah ITB (Iklas Tuntas, Bersih), dan dapat bersaing positif bagi kelurahan di prov DKI Jakarta.
Dibawah genggaman tangan Muhamad Arief Budiman, Kapuk saat ini bernanah untuk meningkat pelayanan dan penataan wilayah.
"Penataan wilayah dan pelayanan masyarakat lebih ditingkatkan, baik secara administrasi maupun praktek di lapangan," ujar Lurah Kapuk, Jum'at (10/4/2026.
Untuk itu, lanjutnya guna meningkatkan pelayanan dan pembangunan, Arief Budiman selalu turun ke lapangan dan bermusyawarah dengan tokoh masyarakat serta bergotong royong untuk memperkuat komitmen bersama antara pihak kelurahan, Forum RW, dan masyarakat.
"Setiap ada permasalahan di warga kita utamakan rembuk, gotong royong untuk mencari solusi bersama tokoh masyarakat, warga setempat dan tokoh agama," sambungnya.
Kinerja M. Arief Budiman di akui dan di nilai cepat tanggap dalam menyikapi keluhan dan permasalahan di warga.
"Kapuk dinilai sudah ada kemajuan yang berarti mulai dari kebersihan, perbaikan saluran dan meringankan kemacetan," ujar Romo Rafian Tokoh Agama Buddha setempat.
Percapatan yang dilakukan lurah Kapuk sangat dirasakan warga, baik sampah, saluran air yang sudah normal bahkan macet pun sudah mulai terurai karen perbaikan fisik jalan sudah membaik.
"Tidak terlihat lagi penumpukan sampah, genangan air yang berlarut larut serta fisik jalan tidak ada kendala yang berarti," ujar Romo.
(Ida )