• Jelajahi

    Copyright © Global Faktual
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Staf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina

    Kamis, 15 Oktober 2026, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T16:09:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Jakarta- Globalfaktual-com - Upaya memperkuat diplomasi budaya melalui kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., dengan perwakilan Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

    Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang kebudayaan, digitalisasi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan identitas budaya Nusantara sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam membangun hubungan kemanusiaan dan persahabatan antarbangsa.


    Dalam pertemuan itu, Renee Partina memaparkan sejumlah program Budayantara, termasuk persiapan Budayantara Fest 2026,yang akan diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Milad ke-25 Ikatan Keluarga Besar Betawi (IKB) Jabodetabek dan perayaan tahun kedua Budayantara.

    Renee juga menyampaikan undangan kepada Gugun Gumilar untuk berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Budayantara Fest 2026 dirancang sebagai ruang perjumpaan seni, tradisi, komunitas, dan gagasan kebudayaan yang menghubungkan nilai-nilai lokal dengan isu kemanusiaan global.

     Pohon Solidaritas, Simbol Persahabatan Indonesia–Palestina

    Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penanaman pohon solidaritas kemanusiaan bersama Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia. Inisiatif ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan lingkungan semata, tetapi juga menjadi simbol persahabatan, kepedulian, dan dukungan kemanusiaan antara masyarakat Indonesia dan Palestina.

    Dalam kesempatan itu, Gugun Gumilar menyampaikan dukungan terhadap gagasan agar kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari kolaborasi budaya Indonesia–Palestina. Melalui pendekatan kebudayaan, solidaritas kemanusiaan diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang inklusif, bermakna, dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

    Gagasan ini sejalan dengan semangat diplomasi budaya, yakni membangun hubungan antarmasyarakat melalui seni, tradisi, nilai kemanusiaan, dan pertukaran pengetahuan. Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga sebagai jembatan untuk memperkuat dialog dan solidaritas lintas bangsa.

    Budayantara Dorong Kolaborasi Budaya dan Digitalisasi

    Selain membahas Budayantara Fest 2026, pertemuan tersebut membuka ruang diskusi mengenai pengembangan kerja sama yang mengintegrasikan kebudayaan dengan teknologi digital dan riset.

    Bagi Budayantara Media Digital Nusantara, digitalisasi menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, serta memperluas jangkauan kebudayaan Nusantara. Melalui pemanfaatan media digital, kekayaan tradisi dan praktik budaya diharapkan dapat menjangkau generasi muda sekaligus memperoleh ruang lebih luas dalam percakapan kebudayaan nasional maupun internasional.

    Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi aspek penting dalam upaya tersebut. Kolaborasi antarkomunitas, pelaku budaya, akademisi, dan media dinilai dapat membuka peluang pertukaran gagasan serta memperkuat ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

    Masdjo Arifin, perwakilan Budayantara Media Digital Nusantara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gugun Gumilar atas waktu serta kesempatan berdiskusi mengenai peran kebudayaan dalam membangun solidaritas kemanusiaan.

    Menurut semangat yang diusung Budayantara, kebudayaan memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat, membangun kesadaran bersama, dan menghadirkan pesan kemanusiaan melampaui batas geografis.

    Melalui pertemuan ini, Budayantara berharap dialog yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti menjadi peluang kolaborasi konkret, terutama dalam penguatan budaya Nusantara, inovasi digital, dan diplomasi budaya yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

    Budayantara Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk menegaskan bahwa budaya bukan sekadar identitas suatu bangsa, melainkan juga kekuatan untuk merawat persaudaraan dan menyuarakan solidaritas kemanusiaan.

    Dari Betawi untuk Nusantara, dari Indonesia untuk dunia kebudayaan diharapkan terus menjadi jembatan persahabatan dan perdamaian, termasuk dalam menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina.


    Ida 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini