• Jelajahi

    Copyright © Global Faktual
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dari Pesantren untuk Negeri, Gus Syaifuddin Dorong Santri Berdaya Saing

    Rabu, 21 Oktober 2026, Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T05:58:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Globalfaktual-com - JAKARTA-  Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.

    Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Santri bukan hanya pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi juga generasi penerus bangsa yang harus mampu menjawab tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.dalam pernyataannya di Jakarta.Kamis (22/10/2026) 

    Menurut Gus Syaifuddin, santri masa kini dituntut memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, produktif, kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan di pesantren harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa yang berintegritas, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

    “Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa. Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi, membawa nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat pengabdian untuk kemajuan Indonesia,” demikian pesan yang ditekankan dalam menyambut Hari Santri 2026.

     Santri Harus Adaptif dan Berkontribusi Nyata

    Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, peran santri semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, kewirausahaan, hingga kebudayaan.

    Pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kompeten, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Karena itu, penguatan kualitas pendidikan pesantren perlu berjalan seiring dengan pengembangan keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dengan bekal tersebut, santri dapat berperan aktif dalam menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan bangsa.

    Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan para ulama serta pejuang kemerdekaan harus terus hidup dalam tindakan nyata generasi muda.

    Menuju Indonesia Emas

    “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” peringatan Hari Santri 2026 menjadi ajakan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.

    Santri diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai luhur agama dengan kebutuhan pembangunan modern. Mereka tidak hanya menjaga warisan keilmuan Islam, tetapi juga mengembangkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

    Bagi Gus Syaifuddin dan Forum Ulama Santri Indonesia, semangat Hari Santri perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda, serta kolaborasi lintas sektor.

    Pada akhirnya, keberhasilan Hari Santri tidak hanya diukur dari kemeriahan peringatan, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai kesantrian mampu melahirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

    Santri menguatkan negeri bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga akhlak, memperluas ilmu, membangun kemandirian, dan mengabdi demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat menuju Indonesia Emas.


    Ida 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini