masukkan script iklan disini
JAKARTA BARAT, Globalfaktual-com – Di tengah padatnya permukiman warga dan deretan pabrik di kawasan Kapuk Sawah, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, berdiri sebuah rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat, yakni Masjid Al-Muqodim.
Pada Senin (24/8/2026) malam, masjid yang berada di RT 03 RW 10 itu dipenuhi jamaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski digelar secara sederhana, suasana kebersamaan dan kekhusyukan begitu terasa sejak awal acara.
Lantunan sholawat yang dibawakan kelompok marawis anak-anak menggema di dalam masjid. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ibu-ibu majelis taklim, pemuda hingga para orang tua, tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Masjid Al-Muqodim sendiri memiliki nilai sejarah bagi warga setempat. Bangunan tersebut merupakan tanah wakaf dari almarhum Keri bin Sarkam, orang tua dari H. Ardalih yang pernah menjabat sebagai Ketua RW 10 Kelurahan Kapuk.
Ketua Dewan Masjid Al-Muqodim, Ustaz Sunardi, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Peringatan ini kami laksanakan secara sederhana. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat terus mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW, memperbanyak sholawat dan doa sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah,” ujar Sunardi.
Acara menghadirkan Ustaz Aripin sebagai penceramah yang juga merupakan pengurus MWC Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Barat. Sementara doa bersama dipimpin Ustaz Nandang. Hadir pula Ustaz Tohirin, Banser NU, pengurus RT 03 dan RT 13 RW 10, serta warga sekitar.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Aripin mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Muqodim menjadi bukti bahwa semangat menjaga tradisi keagamaan tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan. Dari gang yang sederhana di Kapuk Sawah, gema sholawat terus mengingatkan warga akan pentingnya memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.
Narasumber: Agus Sunandi