• Jelajahi

    Copyright © Global Faktual
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gus Syaifuddin: Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Harus Menjadi Jalan Pulang Menuju Ruh Perjuangan Nahdlatul Ulama

    Kamis, 09 Juli 2026, Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T13:44:29Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Globalfaktual-com - Jombang – Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27–31 Agustus 2026 dipandang bukan sekadar keputusan administratif organisasi. Bagi Gus Syaifuddin, momentum tersebut merupakan panggilan sejarah agar Nahdlatul Ulama kembali menapaki jejak perjuangan para muassis (pendiri) dengan semangat persatuan, keikhlasan, dan pengabdian.

    Menurut Gus Syaifuddin, Muktamar di Jombang memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar memilih kepemimpinan baru. Jombang merupakan pusat lahirnya nilai-nilai perjuangan NU, tempat para ulama besar membangun fondasi jam'iyah yang hingga kini menjadi pegangan jutaan warga Nahdliyin.

    "Ketika Muktamar kembali digelar di Tambakberas, sesungguhnya NU sedang diajak pulang ke rumah besarnya. Pulang kepada akhlak para pendiri, kepada tradisi musyawarah yang teduh, dan kepada semangat mengutamakan kemaslahatan umat di atas segala kepentingan," ungkap Gus Syaifuddin.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atas kebersamaan dalam menetapkan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Menurutnya, kesepahaman kedua pemimpin tertinggi NU tersebut menjadi teladan bahwa perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui tabayun, dialog, dan kebijaksanaan.

    Sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Gus Syaifuddin menegaskan seluruh elemen pesantren siap menyambut para ulama, kiai, dan utusan dari seluruh Indonesia. Persiapan sarana dan prasarana terus dilakukan agar seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.

    Lebih jauh, Gus Syaifuddin mengingatkan bahwa Muktamar bukanlah arena pertarungan kepentingan maupun kontestasi kekuasaan. Ia berharap seluruh muktamirin datang membawa niat ibadah, mengedepankan adab, akhlakul karimah, serta sikap tawadhu dalam setiap proses pengambilan keputusan.

    "Bagi warga Nahdliyin, Muktamar adalah forum pengabdian. Perbedaan pilihan adalah keniscayaan, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi panglima. Jangan sampai kepentingan sesaat mengalahkan cita-cita besar yang diwariskan para muassis," ujarnya.Kamis (9/7/2026). 

    Dalam pandangan Gus Syaifuddin, Jombang bukan sekadar lokasi penyelenggaraan, melainkan ruang spiritual yang menyimpan jejak perjuangan tiga tokoh utama pendiri NU, yakni KH Hasyim Asy'ari dari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah dari Tambakberas, dan KH Bisri Syansuri dari Denanyar. Warisan pemikiran dan keteladanan mereka, menurutnya, harus menjadi kompas moral bagi seluruh peserta Muktamar.

    Ia meyakini bahwa apabila seluruh muktamirin mampu menempatkan persatuan di atas ego kelompok, maka Muktamar ke-35 NU akan menjadi momentum bersejarah yang melahirkan kepemimpinan, keputusan, dan arah gerak organisasi yang semakin memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga Islam yang moderat, perekat kebangsaan, serta pelayan umat.

    "Semoga Muktamar ke-35 menjadi muktamar yang meneduhkan, mempersatukan, dan mengembalikan NU kepada jati dirinya sebagai jam'iyah yang lahir dari keikhlasan ulama untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan," tutup Gus Syaifuddin.



    Red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini