masukkan script iklan disini
ADVOKAT/KETUA DEWAS FAPRI ( Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia
Jakarta, Globalfaktual-com - 23 agustus 2025 - Baru saja kita merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke 80, sebagai anak Bangsa saya bangga menjadi warga Negara Republik Indonesia, namun saat merenung di malam hari kebanggaan itu diliputi keraguan yang dalam.
Kalau benar kita telah merdeka, kenapa banyak balita stunting ? Kenapa jumlah orang terdidik setara S1 kurang dari 5% (lima persen) kenapa kemiskinan makin merajalela ? Kenapa layanan kesehatan sangat buruk ? Kenapa, kenapa oh kenapa?
Sebagai sebuah Negara, 80 tahun merupakan usia yang sudah tidak dapat dikatakan muda banyak Negara-Negara yang se usia bahkan lebih muda dari Indonesia seperti Singapura (1965), Malaysia (1957), RRC (1949) dst. lebih maju dan sukses dibandingkan dengan Negara kita ? Kenapa hal tersebut bisa terjadi ? apa yang menyebabkan Indonesia tertinggal dalam segala hal, padahal Sumber daya mineral, sumber daya laut, sumber daya hutan dsb, sangat kaya. Tapi kenapa
Persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 60,3% dari total populasi, (sumber kompas TV), dikemanakan utang 8000 Trilyun ? benarkah masyarakat Indonesia malas ? Atau kemiskinan itu struktural, memang sengaja diciptakan oleh kelompok atau golongan tertentu (penjajahan gaya baru) ? untuk memudahkan merebut asset-asset milik adat dengan dalih penanaman modal asing/Foreign Direct Investment.
Belum optimalnya bidang pendidikan dan teknologi, seperti kualitas guru yang belum merata, kurikulum yang terlalu padat, dan fasilitas sekolah yang kurang memadai.
Sehingga SDM kurang Qualified Merupakan Sebab utama Indonesia tertinggal.
Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa capaian literasi, numerasi, dan sains pelajar Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan rata-rata negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)/Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.
Kesenjangan Akses Pendidikan
Menjadikan Kurangnya Sumber Daya Manusia yang Terampil,
Masih banyak wilayah di Indonesia, terutama di daerah terpencil, yang belum memiliki akses pendidikan yang layak,
kekurangan guru berkualitas, keterbatasan bahan ajar, Kurikulum pendidikan yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi dan kekurangan pelatihan teknologi bagi pelajar/mahasiswa menjadi salah satu penyebab kurangnya SDM yang terampil di bidang teknologi.
Infrastruktur teknologi di Indonesia masih terbatas, sehingga akses jaringan internet belum merata. Kurangnya investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) juga menyebabkan kurangnya inovasi dan pengembangan teknologi di dalam negeri.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah perlu sungguh-dungguh bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan, infrastruktur teknologi, dan keterampilan sumber daya manusia. Langkah-langkah yang dapat diambil antara lain :
Meningkatkan Kualitas Guru, bukan malah dianggap beban.
percepat digitalisasi sekolah dengan menyediakan perangkat teknologi dan pelatihan digital bagi guru-guru dan siswa di daerah-daerah tertinggal.
Meningkatkan anggaran untuk R&D dan mendorong pengusaha untuk berinvestasi dalam inovasi dan pengembangan teknologi.
Kurikulum pendidikan perlu ditingkatkan untuk mencakup keterampilan digital dan teknologi informasi, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif,
Jangan membungkam nya.
Sudah tidak zaman nya lagi memimpin dengan cara represif dengan cara menakut nakuti masyarakat.
(Nasum: YUS DHARMAN,SH.,MM.,M.Kn)